Pengelolaan Kebersihan Gedung dan Bangunan

PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS PADA JABATAN TENAGA OPERASIONAL PEMELIHARAAN

Tenaga Operasional Pemeliharaan adalah tenaga yang bertugas memberikan pelayanan kebersihan, kerapihan, kenyamanan dan higienisasi pada sebuah gedung/bangunan baik bagian dalam ataupun bagian luar gedung sehingga tercipta suasana yang nyaman dalam menunjang seluruh aktivitas sehari-hari sebagai tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjangnya adalah untuk mempertahankan life of time semua benda yang ada dalam lingkup kerja tenaga operasional pemeliharaan tersebut seperti gedung, peralatan, sarana, prasarana, taman, dll.

Tenaga operasional pemeliharaan pada Kantor DPD RI DIY diangkat melalui kontrak dengan masa kontrak berlaku selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang.

Unit kerja di Kantor DPD RI DIY yang bertanggung jawab terhadap kegiatan pemeliharaan gedung dan taman adalah Sub Bagian Kepegawaian, Tata Usaha dan Rumah Tangga di bawah koordinasi Kepala Kantor

Tenaga Operasional Pemeliharaan bertugas memberikan pelayanan kebersihan, kerapihan, kenyamanan dan higienisasi pada gedung Kantor DPD RI DIY baik bagian dalam ataupun bagian luar gedung sehingga tercipta suasana yang nyaman dalam menunjang seluruh aktivitas sehari-hari, baik bagi Anggota DPD RI DIY, Pejabat dan Pegawai, staf pendukung Anggota DPD RI, tamu dan stakeholder lain yang melakukan kegiatan di Kantor DPD RI DIY serta untuk mempertahankan life of time semua benda yang ada dalam lingkup kerja tenaga operasional pemeliharaan seperti gedung, peralatan, sarana, prasarana, taman, dll.

Dalam melaksanakan pekerjaannya, tenaga operasional pemeliharaan harus didasarkan pada:

1. Prinsip Konsep
  • a) Kebersihan
  • b) Kerapihan
  • c) Keindahan
  • d) Kenyamanan
  • e) Ketelitian
2. Pedoman 5 (lima) R dan 1 (satu) T
  • a) Resik : bersih secara rasa, raba dan pandang
  • b) Ringkas : cara kerja yang tertib dan terarah (efektif)
  • c) Rapi : kerapian untuk diri sendiri maupun hasil kerja
  • d) Rawat : pemeliharaan peralatan dengan teliti
  • e) Rajin : melaksanakan perkejaan secara berkesinambungan dan terus menerus
  • f) Teliti : melakukan pekerjaan dengan benar dan mengecek hasil kerja
3. Sikap Mental
  • a) Ikhlas dalam melaksanakan pekerjaan
  • b) Jujur dari segi keuangan, absensi
  • c) Disiplin dalam waktu kerja
  • d) Tanggung jawab dalam bekerja maupun hasil kerja
  • e) Loyal terhadap intansi, atasan dan sistem kerja

1. Kebersihan Gedung
  • a) Dusting/Pengelapan
  • b) Sweeping/Penyapuan
  • c) Mopping/Pengepelan
  • d) Glass Cleaning/Pembersihan kaca
  • e) Toilet Cleaning/Pembersihan toilet
  • f) Pengelolaan Sampah
2. Pelayanan Anggota DPD RI
3. Kebersihan Halaman dan Taman
  • a) Menyapu halaman taman
  • b) Menyirami tanaman
  • c) Pemangkasan tanaman
  • d) Penggemburan/pendangiran dan Penyiangan tanaman
  • e) Pengetrikan rumput
  • f) Penyulaman tanaman
  • g) Pemupukan
  • h) Pekerjaan pemeliharaan lainnya
4. Lain-lain/berkala
  • a) Pemeliharaan taman indoor
  • b) Membuat pupuk organik dari sampah daun
  • c) Melakukan pemeliharaan berkala terhadap instalasi air
  • d) Melakukan pemeliharaan berkala terhadap elektrikal dan mesin
  • e) Melakukan piket ketika ada penggunaan gedung/ruangan
  • a) Menerapkan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) kepada semua orang
  • b) Selalu berpakaian seragam yang rapi dan bersih serta menggunakan perlengkapan diri lainnya sesuai peraturan yang berlaku
  • c) Penampilan diri dijaga agar tidak mengganggu proses kerja dan apabila menggunakan perhiasan dipakai secara aman dan tidak berlebihan
  • d) Bertanggungjawab terhadap tugas dan kewajibannya
  • e) Mentaati peraturan dan menghormati norma-norma yang berlaku di Kantor
  • f) Selalu dapat bekerjasama, tidak bersikap acuh tak acuh (masa-bodoh) atau bertindak tidak sopan baik kepada Anggota, atasan, pegawai, sesama tenaga operasional pemeliharaan serta tamu, maupun masyarakat sekitarnya
  • g) Dapat menciptakan suasana lingkungan kerja yang aman, nyaman dan tenteram

Setiap tenaga operasional pemeliharaan diwajibkan untuk:

  • a) Datang tepat waktu sesuai jam kerja yang telah ditentukan
  • b) Melaksanakan seluruh pekerjaan baik pekerjaan harian maupun pekerjaan berkala secara baik, teliti, bertanggung jawab dan berkesinambungan
  • c) Melaksanakan tahapan pekerjaan sesuai dengan prosedur dan peralatan yang ditentukan
  • d) Pelaksanaan pekerjaan harian dan berkala dicatat pada aplikasi yang telah ditentukan
  • e) Melaporkan segala kerusakan kepada atasan
  • f) Apablia diminta melakukan atau membantu di luar pekerjaan utama, hendaknya dilakukan tanpa mengganggu pekerjaan utama

Hal-hal yang dilarang keras dilakukan oleh tenaga operasional pemeliharaan, yaitu:

  • a) Meminum minuman keras / mabuk-mabukan pada saat bekerja
  • b) Melakukan tindakan asusila, bertindak tidak sopan, melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat
  • c) Merokok, tidur, bercanda yang berlebihan, meminta uang tips
  • d) Berjudi, main kartu (walaupun tanpa uang) di lingkungan kerja
  • e) Mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh, meskipun dengan menggunakan bahasa daerah
  • f) Berbuat onar dan berkelahi, baik dengan sesama rekan kerja atau dengan orang lain di lingkungan Kantor
  • g) Menimbulkan keresahan dengan menghasut/fitnah antara sesama rekan kerja dan atau dengan Kantor atau menyebar issue yang berbau SARA
  • h) Memakai, mengedarkan Napza dan atau sebagai bandar
  • i) Menyalahgunakan atau mengambil keuntungan pribadi dari kewenangan atau kepercayaan yang diberikan
1. Jumlah Personil

  Jumlah personil tenaga operasional pemeliharaan adalah 6 ( enam) orang

2. Waktu Kerja

  Senin s.d Kamis : 07.30 - 16.45 WIB (istirahat 12.00 - 13.00 WIB)

   Jumat : 07.00 - 16.00 WIB (istirahat 11.30 - 13.00 WIB)

3. Area Kerja

   Area kerja dibagi 2 (dua) yaitu bagian dalam gedung dan bagian luar gedung/halaman

4. Pembagian Kerja
  • a) Untuk memperlancar pelaksanaan seluruh pekerjaan pemeliharaan baik untuk pekerjaan di area dalam gedung maupun pekerjaan di area luar gedung/halaman, Kepala Subbagian Kepegawaian, Tata Usaha dan Rumah Tangga menyusun:
  •  - jadwal pembagian kerja secara berkala (setiap bulan sekali)

     - jadwal piket ketika ada penggunaan gedung di luar hari kerja dan jam kerja

  • b) Pelaksanaan pekerjaan secara rutin
  • c) Pembagian area di luar gedung/halaman

Pekerjaan utama yang dilakukan oleh tenaga operasional pemeliharaan meliputi pekerjaan harian dan pekerjaan berkala.

1. Pekerjaan Pemeliharaan Harian
  1. Dusting/pengelapan pada seluruh permukaan seperti pada furniture, dinding, list, lift, dan asesoris lainnya dari debu dan kotoran kecil.
  2. Sweeping/penyapuan pada permukaan lantai dari kotoran dan debu.
  3. Mopping/pengepelan pada permukaan lantai dari kotoran dan noda.
  4. Glass cleaning/pembersihan kaca pada permukaan kaca.
  5. Toilet cleaning/membersihkan toilet untuk menjaga toilet tetap bersih, kering dan higienis.
  6. Menyapu seluruh halaman kantor dan taman.
  7. Menyirami seluruh tanaman secara berkala baik tanaman di luar gedung maupun tanaman di dalam gedung.
  8. Pemangkasan terhadap dahan pohon yang menganggu akses jalan atau tumbuh secara berlebihan.
  9. Membersihkan daun kering di sekitar tanaman.
  10. Penyiangan terhadap rumput atau tanaman penggangu lainnya.
  11. Penggemburan/pendangiran tanah di sekitar tanaman.
  12. Pengetrikan rumput yang berbatasan dengan kanstin/batas taman dengan jalan maupun yang berbatasan dengan tanaman.
  13. Membersihkan sampah lain di sekitar tanaman.
  14. Melakukan pengelolaan sampah.
  15. Pekerjaan pemeliharaan lainnya.
  16. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan/pejabat yang berwenang melalui aplikasi yang telah ditentukan.
2. Pekerjaan Pemeliharaan Berkala
  1. Pemeliharaan taman indoor.
  2. Membuat pupuk organik dari sampah daun.
  3. Melakukan pemeliharaan berkala terhadap instalasi air.
  4. Melakukan pemeliharaan berkala terhadap elektrikal dan mesin.
  5. Melakukan piket ketika ada penggunaan gedung/ruangan.
3. Urutan Pekerjaan Lantai 1
  1. Pekerjaan Harian
    1. Toilet
    2. Teras
    3. Lobby depan dan belakang
    4. Lorong
    5. Musholla
    6. Pantry
    7. Ruang rapat dan aula
    8. Tangga
    9. Ruang Kontrol
    10. Gudang
    11. Ruang Poliklinik
  2. Pekerjaan Berkala
    1. Kaca dan list keliling gedung
    2. Dinding toilet
    3. Tempat wudhu
    4. Roller blind
    5. Taman indoor
    6. Penggantian tisu toilet
    7. Penggantian parfum ruangan
    8. Ruang listrik/ME
4. Urutan Pekerjaan Lantai 2
  1. Pekerjaan Harian
    1. Toilet
    2. Ruang Kepala Kantor
    3. Ruang Sekretariat
    4. Lorong
    5. Ruang text-primary
    6. Pantry
    7. Ruang Teleconference
    8. Tangga
    9. Perpustakaan
    10. Ruang Fungsional
    11. Ruang Arsip
  2. Pekerjaan Berkala
    1. Kaca dan list keliling gedung
    2. Dinding toilet
    3. Roller blind
    4. Taman indoor
    5. Penggantian tisu toilet
    6. penggantian parfum ruangan
    7. Ruang ME
5. Urutan Pekerjaan Lantai 3
  1. Pekerjaan Harian
    1. Ruang Kerja B-53, Sahli dan Toilet
    2. Ruang Kerja B-54, Sahli dan Toilet
    3. Ruang Kerja B-55, Sahli dan Toilet
    4. Ruang Kerja B-56, Sahli dan Toilet
    5. Lorong
    6. Ruang Tamu
    7. Pantry
    8. Ruang Rapat
    9. Tangga
  2. Pekerjaan Berkala
    1. Kaca dan list keliling gedung
    2. Dinding toilet
    3. Roller blind
    4. Taman indoor
    5. Penggantian tisu toilet
    6. penggantian parfum ruangan
    7. Gudang
    8. Ruang ME
  1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
  2. Membersihkan permukaan seperti pada furniture, dinding, list, lift, dan asesoris lainnya dari debu dan kotoran kecil sehingga tidak ada lagi debu dan kotoran yang menempel pada seluruh permukaan yang dibersihkan.

  3. Alat yang digunakan
    • Botol sprayer atau ember (bila yang ingin didusting cukup banyak/luas)
    • Cleaning cloth/lap (biru untuk area umum, merah untuk toilet dan kuning untuk area infeksius)
    • Chemical glass cleaner untuk area perkantoran dan APC untuk area toilet & infeksisus
  4. Tata Cara
    • Lipat lap seukuran telapak tangan agar mendapatkan banyak permukaan lap yang bersih serta terlihat lebih rapi
    • Semprotkan chemical di permukaan lap agar hasil lebih baik dan aman bagi obyek yang dibersihka
    • Jika menggunakan ember, celup lap dan peras hingga lembab, kemudian lipat seukuran telapak tangan
    • Proses pembersihan dimulai dari bagian atas terlebih dahulu menuju ke bawah dengan gerakan tangan dari kiri – kanan, atas-bawah dan dalam-luar
  5. Hal-hal yang perlu diperhatikan
    • Dusting adalah pekerjaan harian
    • Lakukan dusting secara mendetail
    • Gunakan alat bantu (tangga, scafolding, dan alat lain yang direkomendasikan) bila mendusting tempat lebih tinggi.
    • Bila di atas meja banyak dokumen atau barang klien, minta ijin terlebih dahulu.
    • Kembalikanlah barang yang dipindahkan ke tempat semula.
    • Hati-hati ketika melakukan dusting di sekitar alat listrik
    • Jika tidak yakin akan material yang dibersihkan, tanyakan kepada pengawas.
    • Jangan sampai meninggalkan sisa chemical pada permukaan yang didusting.
  6. Selesai
    • Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area.
    • Cuci lap, keringkan dan simpan di gudang.
    • Ember dibersihkan, keringkan dan simpan di gudang.
    • Letakkan peralatan lainnya di tempat yang telah ditentukan.
  1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
  2. Membersihan area lantai dari kotoran dan debu sehingga tidak ada lagi kotoran dan debu yang menempel pada lantai/halaman.

  3. Sweeping/penyapuan dibagi menjadi yaitu penyapuan menggunakan lobby duster, penyapuan menggunakan sapu nylon dan penyampuan menggunakan sapu lidi.
  4. Alat yang digunakan
    • Lobby duster
    • Sapu nylon
    • Sapu lidi
    • Dustpan
    • Serok Sampah
    • Plastik sampah/trolley sampah
  5. Tata Cara
    • Penyapuan menggunakan lobby duster
      • Siapkan lobby duster dan pastikan kain tidak dalam keadaan kotor.
      • Bisa dilakukan dengan 2 teknik : maju mendorong dan maju tumpang tindih
      • Mulailah sweeping dari area pinggir
      • Terlebih dahulu sweeping bagian pinggir dengan cara maju mendorong
      • Dilanjutkan dengan cara maju tumpang tindih
    • Penyapuan menggunakan lobby sapu nylon
      • Dilakukan pada area sempit dan tidak luas.
      • Siapkan sapu nylon dan dustpan.
      • Mulai menyapu dari bagian area yang sulit atau sempit.
      • Kumpulkan sampah pada dustpan.
      • Buang sampah pada tempat yang telah disediakan
    • Penyapuan menggunakan lobby lidi
      • Dilakukan untuk area luar atau halaman.
      • Menyapu dengan arah maju.
      • Menyapu dari area terjauh menuju ke tempat pembuangan sampah akhir.
      • Lakukan perontokan daun kering saat menyapu dengan sapu lidi.
      • Masukkan sampah ke dalam plastik sampah atau trolley sampah.
  6. Hal yang perlu diperhatikan
    • Sweeping adalah kegiatan pembersihan harian.
    • Debu dan kotoran yang terkumpul segera dimasukkan ke dalam dustpan jangan ditunggu sampai menumpuk
    • Bila permukaan basah, keringkan dahulu.
    • Ukuran lobby duster yang digunakan disesuaikan dengan luas area (standard 60 cm).
    • Sampah daun dikumpulkan untuk dibuat pupuk organik
  7. Selesai
    • Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area.
    • Lepas kain lobby duster dari framenya, bersihkan dengan cara divacum dan dicuci bila sudah terlalu kotor
    • Cuci dan keringkan dustpan.
    • Simpan sapu lidi dengan posisi tangkai dibawah.
    • Kembalikan semua peralatan di tempat yang telah ditentukan.
  1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
  2. Membersihkan lantai dari kotoran dan noda sehingga tidak ada lagi kotoran atau noda pada lantai.

  3. Alat yang digunakan
    • Bucket
    • Mop Set
    • Warning Sign
    • Chemical Floor Cleaner
  4. Tata Cara
    • Isi air dan chemical ke dalam ember/bucket.
    • Pasang warning sign
    • Isi dengan air kedalam ember/bucket. lalu masukan chemical Floor cleaner sebanyak 10 tutup gallon, lalu aduk hingga rata.
    • Kencangkan tangkai mop dengan memutar ke arah kiri (untuk membuka putar perlahan ke arah kanan).
    • Mulailah dari area pinggir terjauh dan dilanjutkan ke arah tengah dengan cara menggerakkan Mop tumpang tindih sambil mundur mengarah ke pintu keluar.
    • Lakukan penekanan terhadap tangkai mop agar kotoran yang melekat dapat terangkat.
    • Apabila terdapat kotoran maka dapat memakai Plastic Scrapper.
    • Bilas kembali dengan mop cotton setelah proses pembersihan.
    • Ulangi pekerjaan jika masih belum memenuhi standard.
  5. Hal yang perlu diperhatikan
    • Mopping merupakan pembersihan harian yang dilakukan setelah sweeping.
    • Ganti air dalam ember/bucket apabila kotor.
    • Pembilasan dan pemerasan harus dilakukan dengan baik hingga kain mop bersih lembab.
    • Jangan mengangkat warning sign jika lantai belum kering benar.
  6. Selesai
    • Periksa hasil pekerjaan sebelum meninggalkan area.
    • Jika memindahkan barang pada proses mopping, kembalikan ke posisi semula.
    • Cuci dan keringkan cotton yarn.
    • Letakkan peralatan lainnya ditempat yang telah ditentukan.
  1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
  2. Membersihkan permukaan kaca agar terhindar dari debu, bekas tangan, paparan hujan, dan hal lainnya yang dapat mengotori permukaan kaca tersebut sehingga kaca menjadi bersih dan mengkilap tidak ada kotoran atau noda yang menempel.

  3. Alat yang digunakan
    • Window washer
    • Window squeegee
    • Blue cleaning cloth (lap biru)
    • Ember
    • Teleshop pole
    • Glass cleaner
  4. Tata Cara
    • Siapkan larutan kimia di dalam ember.
    • Celupkan window washer ke dalam ember tersebut lalu peras.
    • Basahi dan gosok permukaan kaca secara merata dengan window washer dimulai dari atas ke bawah.
    • Keringkan permukaan kaca dengan window squeegee dengan gerakan yang berkesinambungan.
  5. Hal yang perlu diperhatikan
    • Jangan menggunakan bubuk pasta atau pembersih yang dapat mengakibatkan goresan.
    • Jangan membersihkan kaca saat matahari bersinar ke kaca, karena larutan kimia akan kering seketika dan tidak bereaksi dengan baik.
    • Keringkan pinggiran/bingkai kaca dengan cleaning cloth.
  6. Selesai
    • Periksa permukaan kaca setelah selesai.
    • Lepaskan kain window washer, cuci dan keringkan.
    • Bersihkan peralatan dan kembalikan ke gudang.
  1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
  2. Membersihkan toilet untuk menjaga toilet tetap bersih, kering dan higienis sehingga tidak ada kotoran dan noda untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

  3. Alat yang digunakan
    • Ember
    • Sikat Toilet
    • Sarung tangan karet
    • Sikat kecil
    • Sponge/busa
    • Cleaning cloth warna merah
    • Botol Sprayer
    • Warning sign
    • Chemical
  4. Tata Cara
    • Pasang warning sign.
    • Pakai sarung tangan karet.
    • Periksa plafon dan bersihkan bila berdebu atau ada sarang laba-laba.
    • Kumpulkan sampah yang tercecer di meja dan lantai dengan cara diambil dengan tangan langsung dan atau disapu dengan sapu nylon.
      • Pembersihan Washbashin/Wastafel
        • Basahi bagian dalam wahbasin serta bilas menggunakan sponge.
        • Bersihkan saluran pembuangan dengan sikat kecil.
        • Semprotkan APC dan diamkan 3-5 menit agar chemical tersebut bereaksi.
        • Sambil menunggu kita bersihkan asesoris di sekitarnya termasuk dinding.
        • Kembali lagi ke washbasin, gosok dengan abrasive pad dan bilas hingga bersih.
        • Keringkan seluruh material yang dibersihkan.
      • Urinal
        • Flush/basahi bagian dalam urinal serta sikat menggunakan sikat toilet.
        • Semprotkan APC dan diamkan 3-5 menit agar chemical tersebut bereaksi.
        • Sambil menunggu kita bersihkan asesoris di sekitarnya termasuk dinding.
        • Kembali lagi ke urinal, gosok dengan abrasive pad dan bilas hingga bersih.
        • Semprotkan APC kebagian dalam urinal.
        • Keringkan seluruh material yang dibersihkan kecuali bagian dalam urinal.
      • Closet
        • Flush/basahi bagian dalam closet serta sikat menggunakan sikat toilet.
        • Semprotkan APC dan diamkan 3-5 menit agar chemical tersebut bereaksi.
        • Sambil menunggu kita bersihkan asesoris di sekitarnya termasuk dinding.
        • Kembali lagi ke lubang closet, gosok dengan abrasive pad dan flush hingga bersih.
        • Semprotkan APC lubang closet dan sekitarnya.
        • Keringkan seluruh material yang dibersihkan kecuali lubang closet.
      • Lantai toilet
        • Basahi lantai dengan chemical desinfectan secara merata.
        • Lakukan penyikatan lantai mulai dari bagian sudut lantai, belakang closet, bawah urinoir hingga seluruh bagian lantai.
        • Bersihkan floor draine.
        • Keringkan lantai menggunakan floor squeegee.
        • Lalu mopping lantai mengguanakan mop set.
      • Pengecekan Keperluan toilet
        1. Tissue toilet
          • Lakukan pengecekan tissue toilet setiap hari dan segera lakukan penggantian apabila sudah habis.
          • Pastikan pemasangan tissue toilet dilakukan secara benar, yaitu tissue keluar dari atas gulungan agar tissue mudah disobek dan tetap kering, lipat ujung tissue menjadi segitiga.
        2. Parfum Matic
          • Pastikan parfum matic berfungsi dengan benar setiap kali melakukan pengecekan/pembersihan toilet.
          • Segera lakukan penggantian jika baterai atau parfum habis.
        3. Sabun Cuci tangan
          • Pastikan tempat sabun terisi dan dapat berfungsi dengan baik setiap kali melakukan pengecekan/pembersihan toilet.
          • Segera lakukan pengisian jika sabun habis.
        4. Pemasangan Kamper
          • Lakukan pemasangan kamper pada sudut ruang toilet.
          • Segera pasang kembali jika kamper sudah habis.
  5. Hal yang perlu diperhatikan
    • Yakinkan keberadaan tissue dan sabun cuci tangan pada setiap dispensernya.
    • Toilet cleaning merupakan proses pencucian toilet yang dilakukan harian.
    • Selalu menggunakan sarung tangan karet.
    • Hati-hati bekerja di sekitar perlengkapan yang rentan pecah.
    • Jangan membuat lecet peralatan dengan alat yang merusak (pad coklat tidak diperbolehkan).
    • Selalu dibersihkan dari atas ke bawah.
    • Pembersihan lantai lakukan pada 90cm dari dinding di bawah urinal terlebih dahulu hingga bersih, kemudian di dalam daerah partisi closet lakukan hal yang sama, baru lakukan pembersihan lantai lainnya.
  6. Selesai
    • Periksa area setelah selesai pekerjaan.
    • Cuci semua peralatan yang telah digunakan.
    • Kumpulkan peralatan dan kembalikan ke tempat penyimpanan.
  1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
  2. Pengelolaan sampah merupakan kegiatan sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Pengelolaan sampah merupakan kegiatan pengumpulan, pengolahan dan pembuangan sampah yang dibuang. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, hingga menjadi tempat perkembangbiakan hewan seperti hewan pengerat maupun serangga yang berpotensi menjadi inang penyebab wabah penyakit. Dengan demikian, pengelolaan sampah harus dilakukan dengan baik untuk dapat mendukung sistem kehidupan yang lebih baik.

  3. Alat yang digunakan
    • Tempat sampah
    • Plastik sampah
    • Karung
    • Wadah Komposter
    • Sarung tangan
    • Cairan EM4
  4. Tata Cara
    • Sampah Indoor
      • Sampah dipilah menjadi 3 jenis, yaitu sampah organik, sampah plastik dan sampah kertas ke dalam tiga tempat sampah yang berbeda.
      • Penempatan tempat sampah sebagai berikut:
        • Lantai 3: 2 set tempat sampah, 1 set berada di dekat tangga bagian timur dan 1 set berada di dekat tangga bagian barat.
        • Lantai 2: 1 set tempat sampah berada di dekat tangga timur
        • Lantai 1: 1 set berada di dekat tangga bagian barat
        • Di setiap toilet ditempatkan 1 tempat sampah.
      • Setiap tempat sampah indoor harus dipasang plastik sampah untuk memudahkan pengambilan sampah.
      • Petugas kebersihan mengambil sampah setiap hari pada pukul 16.00 WIB, dan mengganti kembali plastik tempat sampah.
      • Sampah yang diambil, kemudian dikumpulkan pada tempat penampungan sementara untuk dipilah kembali.
      • Sampah plastik yang tidak bernilai ekonomi dimasukan ke dalam karung/plastik besar menunggu diambil truk sampah atau dilakukan pembakaran.
      • Sampah plastik yang bernilai ekonomi seperti botol air mineral dsb, dibuang airnya terlebih dahulu, kemudian dimasukan ke dalam karung/plastik besar untuk kemudian dapat disalurkan kepada bank sampah.
      • Sampah kertas yang tidak bernilai ekonomi dikumpulkan menjadi satu untuk menunggu diambil truk sampah atau dilakukan pembakaran.
      • Sampah kertas yang bernilai ekonomi dikumpulkan dan dirapikan serta dimasukkan ke dalam karung/plastik besar untuk kemudian dapat disalurkan kepada bank sampah.
      • Sampah plastik maupun kertas yang mengandung limbah organik seperti nasi, sayur, dan makanan lainnya, maka dipisahkan terlebih dahulu, untuk selanjutnya dikumpulkan dengan sampah plastik non ekonomis.
      • Sampah berupa limbah makanan, baik yang dikeluarkan dari sampah plastik maupun sampah kertas, dikumpulkan terlebih dahulu kemudian dilakukan proses pengomposan sebagaimana dijelaskan dalam bagian pembuatan pupuk kompos dalam wadah komposter yang sudah ditentukan.
      • Jika sampah plastik/kertas tidak diambil oleh truk sampah, maka terhadap sampah tersebut dilakukan pembakaran.
      • Pembakaran dilakukan pada tungku yang sudah tersedia.
      • Pembakaran dilakukan pada sore hari diluar jam kerja dan menghindari jam sibuk di lingkungan sekitar.
      • Petugas yang bertanggung jawab membakar sampah diatur lebih lanjut oleh Kepala Sub Bagian Kepegawaian, Tata Usaha dan Rumah Tangga.
    • Sampah Outdoor
      • Pengelolaan sampah outdoor dilakukan dengan memilah sampah organik dan sampah anorganik.
      • Sampah anorganik dipilah kemudian digabung dengan sampah anorganik lainnya.
      • Sampah organik dipilah dan dilakukan proses pengomposan sebagaimana dijelaskan dalam bagian pembuatan pupuk kompos dalam wadah komposter yang sudah ditentukan.
    • Sampah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya)
      • Sampah B3 harus mendapatkan penanganan khusus.
      • Sampah B3 yang biasa dihasilkan kantor :
        • Sampah B3 dari aktivitas kantor : catridge printer bekas, barang elektronik bekas/rusak, filter bekas AC.
        • Limbah B3 dari Generator atau penerangan : oli bekas, aki bekas, bola lampu bekas.
        • Sampah B3 dari aktifitas pemeliharaan kebersihan : bekas kemasan kimia seperti botol bekas pembersih kaca, bekas kemasan pengharum ruangan, bekas kemasan pembersih lantai, bekas kemasan pembersih kamar mandi, botol bekas pembasmi serangga, kain lap bekas.
      • Lakukan pemilahan, pengumpulan dan penyimpanan sampah B3 terpisah dari sampah anorganik lainnya. Sampah B3 harus dimasukkan ke dalam wadah yang aman.
      • Pengelolaan sampah B3 diserahkan kepada pihak lain/bank sampah yang memiliki izin mengelola sampah B3.
  5. Hal yang perlu diperhatikan
    • Utamakan 3R (reduce, recycle, reuse) dalam pengelolaan sampah.
    • Selalu berhati-hati ketika melakukan pemilahan sampah B3, gunakan sarung tangan karet ketika melakukan pemilahan sampah B3.
    • Minimalisir pencemaran lingkungan kantor akibat sampah B3.
  6. Selesai
    • Pastikan bahwa sampah sudah dipilah dan dikumpulkan sesuai dengan klasifikasnya.
    • Pastikan bahwa sampah B3 sudah dipilah dan disimpan dengan baik dan aman.
    • Bersihkan peralatan yang digunakan dan simpan kembali di tempat penyimpanan.

Pelayanan Terhadap Anggota DPD RI dilakukan dengan prinsip sebagai berikut:

  1. Pelayanan terhadap anggota DPD RI dilakukan secara aktif oleh petugas di lantai 3.
  2. Tenaga Operasional Pemeliharaan diharapkan standby di pantry atau di meja pengamanan lantai 3 agar mudah ditemukan saat Anggota membutuhkan layanan.
  3. Ketika Anggota DPD RI datang/memasuki ruangan, Tenaga Operasional Pemeliharaan segera berinisiatif menghadap dan menawarkan dan/atau membuatkan minuman yang dipesankan.
1. Tujuan Pemeliharaan
  • Menjaga dan merawat area taman agar kondisinya tetap nyaman dan baik untuk digunakan oleh pengguna
  • Mempertahankan dan menambah keindahan taman yang telah dibuat sehingga mampu menarik minat pengunjung
  • Mempertahankan susunan taman yang ada agar tetap sama seperti rancangan semula.
2. Pekerjaan kebersihan halaman dan taman meliputi
  • 1) Menyapu Halaman/Taman
  • 2) Menyiram Tanaman
  • 3) Pemangkasan Tanaman
  • 4) Penggemburan/Pendangiran dan Penyiangan Tanaman
  • 5) Pengetrikan Rumput
  • 6) Penyulaman Tanaman
  • 7) Pemupukan
  • 8) Perkejaan Pemeliharaan Lainnya
3. Prosedur Pekerjaan Kebersihan Halaman Dan Taman
  • 1) Menyapu Halaman/Taman
    1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
    2. Membersihkan halaman/taman dari sampah dan daun kering sehingga halaman/taman menjadi bersih dari sampah atau daun kering, taman menjadi indah dan nyaman untuk dipandang.

    3. Alat yang digunakan
      • Sapu lidi
      • Serok Sampah
      • Plastik sampah/trolley sampah
    4. Tata Cara
      • Menyapu dengan arah maju.
      • Menyapu dari area terjauh menuju ke tempat pembuangan sampah akhir.
      • Lakukan perontokan daun kering.
      • Memungut sampah selain sampah daun yang ada di sekitar tanaman dan pisahkan dari sampah daun.
      • Masukkan sampah daun ke dalam plastik sampah atau trolley sampah.
      • Masukkan sampah selain sampah daun ke dalam tempat sampah terpisah.
      • Simpan sampah daun pada tempat yang telah ditentukan untuk dibuat pupuk organik.
    5. Selesai
      • Cek kembali pekerjaan apakah ada yang terlewat atau tidak.
      • Simpan sapu lidi di gudang dengan posisi tangkai dibawah.
  • 2) Menyiram Tanaman
    1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
    2. Memberikan asupan air untuk tamanan sehingga tanaman tetap segar dan dapat tumbuh dengan baik.

    3. Alat yang digunakan
      • Air bersih bebas dari bahan kimia
      • Selang air/Sprinkler atau sprayer nozzle
    4. Tata Cara
      • Pengunaan air tidak berlebihan.
      • Air siraman tidak terlampau keras.
      • Lakukan penyiraman rutin sesuai kondisi
        • Musim Panas 2 kali sehari pagi : 06.00 sd 09.00 WIB, Sore : 15.00 sd 16.30
        • Musim Hujan 1 kali sehari/menyesuaikan
    5. Selesai
      • Cek kembali pekerjaan.
      • Gulung selang dan kembalikan ke tempat penyimpanan.
      • Jika menggunakan Sprinkler atau sprayer nozzle segera matikan ketika proses penyiraman telah selesai.
  • 3) Pemangkasan Tanaman
    1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
      • Membantu tanaman terlihat rapi dan menarik.
      • Mengendalikan pertumbuhan tanaman yang sudah tidak teratur dan mengganggu lingkungan.
      • Menjaga kesehatan tanaman.
      • Menghilangkan dahan/ranting yang tua/rusak dan mati.
      • Mempertahankan bentuk atau dimensi dan ukuran tanaman.
      • Mengurangi penguapan pada musim kemarau panjang.
      • Merangsang pembungaan.
      • Mengurangi jumlah dedaunan sehingga dahan tidak mudah patah pada musim hujan.
    2. Alat yang digunakan
      • Gunting tanaman (untuk ranting kecil)
      • Gunting pemotong bergagang pendek/panjang
      • Mesin babat
      • Gergaji
      • Tangga (untuk memangkas pohon yang tinggi)
    3. Tata Cara
      • Tentukan bagian yang hendak dipangkas.
      • Amati bentuk tanaman dan identifikasi dahan/cabang utama pada pohon yang berperan sebagai rangka.
      • Buanglah semua dahan yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat pengaruh angin kuat atau dampak yang lain.
      • Tipiskan bagian pohon yang dipenuhi dahan, potong dahan yang tumbuh saling bersilangan untuk memungkinkan sirkulasi udara dan cahaya bisa mencapai ke semua bagian tanaman.
      • Pangkas semua dahan yang mengganggu baik dahan yang rendah yang mengganggu jalan atau dahan yang tinggi yang membahayakan kabel.
      • Pangkas dahan sesuai yang diperlukan, jangan sampai mengubah sistem pertahanan pohon.
      • Untuk membentuk pohon, pangkaslah dahan/ranting sesuai bentuk yang diinginkan.
    4. Hal yang perlu diperhatikan
      • Lakukan pemangkasan secara aman, pakailah baju/kaus berlengan panjang, sarung tangan untuk melindungi tangan dan kaca mata pengaman untuk mencegah berbagai benda asing yang mungkin masuk dan merusak mata.
      • Potongan rapih dan bersih, potongan tidak terlalu dekat ataupun terlalu jauh dengan tunas (± 3 mm.).
      • Kemiringan potongan berlawanan arah dengan tunas, jika ada 2 tunas berlawanan, potongan harus lurus di atas tunas.
      • Jika menggunakan mesin babat, pastikan tidak ada orang yang berada terlalu dekat untuk menghindari terkena ranting atau batu yang terlempar akibat mesin babat.
      • Waktu pemangkasan :
        • Ketika tanaman sudah terlihat tidak rapi (1-2 minggu sekali).
        • Ketika tanaman sudah mengganggu jalan atau kabel di atasnya.
        • Situasional (ketika dahan patah akibat hujan lebat atau angin kencang).
      • Kumpulkan sampah daun untuk dijadikan pupuk organik/kompos.
    5. Selesai
      • Pastikan kembali pekerjaan telah selesai dengan baik dan rapi.
      • Bersihkan peralatan pangkas dan simpan kembali ke tempat penyimpanan.
  • 4) Penggemburan/Pendangiran dan Penyiangan Tanaman
    1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
    2. Penggemburan/Pendangiran bertujuan untuk menggemburkan tanah di sekitar tanaman pokok dalam upaya memperbaiki sifat fisik tanah (aerasi tanah) sehingga tanaman mudah untuk menyerap air dan unsur hara lainnya, tanah menjadi subur dan tidak tandus.

      Penyiangan bertujuan untuk membersihkan gulma dan tanaman yang sakit serta mengurangi persaingan penyerapan unsur hara dalam tanah dan mengurangi hambatan untuk produksi anakan dan mengurangi penetrasi sinar matahari.

      Dengan penggemburan/pendangiran dan penyiangan diharapkan dapat memacu pertumbuhan tanaman dengan lebih baik.

    3. Alat yang digunakan
      • Cangkul
      • Sabit
      • Pencong/koret
      • Garpu tanah
      • Cairan kimia (jika diperlukan)
      • Cutter
      • Gunting stek
    4. Tata Cara
      • Kegiatan penggemburan/pendangiran dilakukan pada waktu musim kemarau, menjelang tibanya musim hujan.
      • Pelaksanaannya 1-2 kali setahun, tergantung tingkat tekstur tanah (makin berat tekstur, makin sering dilakukan pendangiran).
      • Cara penggemburan/pendangiran dilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul pada sekitar tanaman dengan radius 25-50 cm tergantung pada jarak tanamnya.
      • Cangkul kecil-kecil tanah di sekitar tanaman pokok kemudian buat gundukan di sekitar tanaman pokok.
      • Intensitasnya tergantung jarak tanam dan kisarannya antara 1-3 m sekeliling tanaman, tanahnya harus didangir.
      • Pencangkulan tanah jangan terlalu dalam untuk menghindari terjadinya pemotongan akar tanaman pokok.
      • Untuk membantu penggemburan, dapat menambahkan organisme penyubur tanah dan batuan halus di sekitar tanaman.
      • Sembari penggemburan/pendangiran, lakukan penyiangan gulma seperti alang-alang, rumput-rumputan, liana dan tumbuhan pengganggu lain.
      • Gunakan alat pengoret rumput liar/gulma (misal alat pencong) untuk mengoret gulma sampai tuntas. Pastikan akar gulma tercabut seluruhnya.
      • Jika gulma berada di sela-sela batang atau akar tanaman, cabut dengan hati-hati dengan tangan.
      • Semua gulma yang sudah dikoret dikumpulkan dalam satu wadah kemudian langsung dibakar supaya spora/akar/stolon pada gulma tidak tumbuh lagi.
      • Penggunaan cairan kimia bisa dipilih jika area penyiangan cukup luas dengan cara penyemprotkan cairan kimia pada gulma.
      • Penyiangan juga dilakukan pada daun-daun kering dan daun yang tumbuh berlebihan pada tanaman dengan menggunakan cutter atau gunting stek untuk merapikan tanaman.
    5. Hal yang perlu diperhatikan
      • Penggemburan/Pendangiran dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman pokok.
      • Hati-hati dalam penggunaan cairan kimia untuk membasmi gulma agar tidak terkena tanaman pokok.
    6. Selesai
      • Pastikan kembali pekerjaan telah selesai dengan baik dan rapi.
      • Bersihkan peralatan dan simpan kembali ke tempat penyimpanan.
      • Simpan cairan kimia pembasmi gulma pada tempat yang aman dan jauh dari jangkauan.
  • 5) Pengetrikan Rumput
    1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
    2. Untuk mengendalikan pertumbuhan rumput yang berada di pinggir kanstin/pembatas taman dengan jalan agar kelihatan lebih rapi. Keterlambatan pengetrikan dapat menyebabkan rumput dapat tumbuh dan menjalar melewati kanstin sehingga memberikan kesan tidak terawat.

    3. Alat yang digunakan
      • Cangkul kecil
      • Pencong/Koret
    4. Tata Cara
      • Pengetrikan rumput dilakukan 1 (satu) bulan sekali atau menyesuaikan jika rumput sudah tumbuh berlebihan.
      • Cangkul kecil-kecil rumput yang berbatasan dengan kanstin menggunakan cangkul kecil atau koret.
      • Rapikan sepanjang kanstin sekaligus buat tali air untuk memperlancar aliran air.
      • Pengetrikan rumput juga dilakukan pada rumput yang berbatasan dengan tanaman untuk mempertahankan bentuk landscape taman.
    5. Hal yang perlu diperhatikan
      • Pengetrikan rumput harus dilakukan secara teratur untuk menjaga estetika dan keindahan taman.
    6. Selesai
      • Pastikan kembali pengetrikan rumput sudah dilakukan menyeluruh pada rumput yang berbatasan dengan kanstin maupun dengan tanaman.
      • Bersihkan peralatan dan simpan kembali di tempat penyimpanan.
  • 6) Penyulaman Tanaman
    1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
    2. Penyulaman tanaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang mati, hilang, rusak atau terkena serangan hama yang parah dan dapat menular ke tanaman lain. Dengan adanya penyulaman, tanaman dapat tumbuh dengan seragam.

    3. Alat yang digunakan
      • Cangkul
      • Pencong/koret
    4. Tata Cara
      • Siapkan tanaman/bibit baru yang akan ditanam.
      • Siapkan lahan/tanah yang akan dilakukan penyulaman.
      • Buang tanaman yang mati/rusak dan ganti dengan tanaman baru yang sama.
      • Siram tanaman baru dengan air secukupnya.
      • Untuk stok tanaman untuk menyulam, dapat dilakukan perbanyakan bibit/tanaman sendiri dengan cara:
        • Stek batang
        • Stek daun
        • Cangkok
        • Umbi
        • Stolon
        • Biji
    5. Hal yang perlu diperhatikan
      • Penyulaman tanaman harus segera dilakukan pada tanaman yang mati/rusak/hilang untuk mempertahankan bentuk tampilan taman.
      • Penyulaman tanaman harus segera dilakukan pada tanaman yang terkena hama agar tidak menyebar ke tanaman lain.
    6. Selesai
      • Pastikan semua tanaman yang mati atau rusak sudah disulam/diganti dengan tanaman baru.
      • Amati tanaman yang baru disulam beberapa hari kemudian apakah dapat tumbuh dengan baik atau mati, jika mati dapat disulam kembali.
      • Bersihkan peralatan dan simpan di tempat penyimpanan.
  • 7) Pemupukan
    1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
    2. Pemupukan merupakan proses untuk memperbaiki atau memberikan tambahan unsur-unsur hara pada tanah, baik secara langsung atau tak langsung agar dapat memeuhi kebutuhan bahan makanan pada tanaman. Tujuan dilakukan pemupukan untuk memperbaiki kondisi tanah, meningkatkan kesuburan tanah, memberikan nutrisi untuk tanaman, dan memperbaiki kualitas serta kuantitas tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.

    3. Alat yang digunakan
      • Cangkul
      • Sekop
      • Alat semprot pupuk cair
      • Pupuk (organik/anorganik, padat/cair)
    4. Tata Cara
    5. Pemupukan dilaksanakan minimal 1 bulan setelah penanaman dan setelahnya dilakukan minimal 1 bulan sekali.

      Terdapat 2 teknik dalam melakukan pemupukan :

      • Pemupukan melalui akar tanaman
        • Dapat menggunakan berbagai jenis pupuk baik organik atau anorganik dan padat atau cair.
        • Pupuk dapat disebarkan dengan merata pada tanah, digunakan untuk tanaman yang memiliki akar yang pendek atau dekat dengan permukaan tanah.
        • Pupuk dapat ditanam pada kedalaman sekitar 10cm di samping tanaman, kemudian ditutup kembali dengan tanah. Untuk tanaman tahunan, pupuk ditanam melingkar dengan cara yang sama karena tanaman tahunan memerlukan unsur hara yang lebih banyak. Digunakan untuk tanaman memiliki akar yang panjang atau jauh dari permukaan tanah.
        • Pupuk dapat diletakan atau ditaburkan diantara larikan, kemudian ditutup dengan tanah. Cara ini sangat efisien karena hanya memerlukan pupuk dengan jumlah sedikit untuk tanah yang memiliki kesuburan yang buruk, dan tanaman memiliki akar sedikit.
      • Pemupukan melalui daun
        • Pemupukan cara ini menggunakan pupuk yang dilarutkan ke dalam air, dengan konsentrasi sangat rendah dan menggunakan perbandingan 60% Air 40% Pupuk.
        • Setelah pupuk dan air tercampur secara merata, kemudian dimasukan ke alat penyemprot dan disemprotkan ke daun.
    6. Hal yang perlu diperhatikan
      • Utamakan penggunaan pupuk alami seperti pupuk organik, kompos, pupuk kandang dan meminimalisir penggunaan pupuk kimia.
      • Pada penggunaan pupuk cair, konsentrasi larutan yang dibuat harus serendah mungkin atau sesuai petunjuk dalam kemasan pupuk, untuk menghindari kelebihan unsur hara pada tanah.
      • Pupuk disemprotkan ke daun yang mengarah ke bawah, karena sebagian besar daun memiliki stomata pada bagian bawah.
      • Pemupukan sebaiknya dilakukan saat pagi atau sore hari, untuk menghindari penguapan pupuk yang disemprotkan.
      • Hindari melakukan penyemprotan pupuk saat musim hujan, karena beresiko melarutkan pupuk yang disemprotkan.
      • Pada saat penyemprotan, gunakan sarung tangan, baju lengan panjang, celana panjang, topi, sepatu boot, dan masker/sapu tangan bersih untuk menutup hidung dan mulut selama penyemprotan.
    7. Selesai
      • Pastikan kembali pekerjaan telah selesai dengan baik dan rapi.
      • Bersihkan peralatan dan simpan kembali di tempat penyimpanan.
      • Segera bersihkan anggota badan dengan sabun pembersih.
  • 8) Perkejaan Pemeliharaan Lainnya
    1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
    2. Pekerjaan pemeliharaan lainnya dilakukan pada pemeliharaan elemen keras (hardscape) yang ada di area taman. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan fungsi utama dari hardscape tersebut untuk mendukung estetika dan tampilan keindahan taman.

      Pekerjaan pemeliharaan lainnya umumnya terdiri dari:

      • Perawatan dan pembersihan papan nama gedung/kantor yang berada di area taman.
      • Penggantian lampu taman yang mati.
      • Pengecatan pagar, tiang bendera dan tiang lampu taman.
      • Pembersihan pot bunga dan jalan setapak dari lumut.
      • Pembersihan dan perawatan wastafel cuci tangan.
    3. Tata Cara
      • Bersihkan papan nama gedung/kantor dengan kain dan cairan pembersih yang sesuai.
      • Cek secara berkala lampu taman dan ganti lampu taman yang mati.
      • Untuk hardscape yang terbuat dari kayu gunakan kayu yang tidak mudah lapuk dan tahan lama, kemudian lakukan pelitur anti rayap untuk mencegah serangan rayap.
      • Untuk hardscape yang terbuat dari besi seperti pagar, tiang bendera dan tiang lampu, lapisi dengan cat anti karat untuk menjaga keawetan besi.
      • Bersihkan pot bunga dan jalan jika sudah ditumbuhi lumut dan jamur dengan menyemprotkan air kemudian disikat. Untuk menghindari tumbuhnya lumut di pot, bersihkan pot dari daun–daun tanaman yang jatuh disekitarnya secara rutin.
      • Bersihkan wastafel cuci tangan yang berada di area taman untuk menjaga kebersihan dan higienitasnya.
      • Letakkan dan isi secara berkala tempat sabun cuci tangan yang ada di wastafel.
    4. Hal yang perlu diperhatikan
      • Perawatan taman tidak hanya terbatas pada tanaman saja, hardscape juga perlu dirawat agar keberadaannya tetap berfungsi dengan baik.
      • Pemeliharaan hardscape dilakukan secara berkala (1 minggu sekali) atau sesuai kebutuhan.
      • Perawatan hardscape juga untuk menjaga estetika dan tampilan keindahan taman.
    5. Selesai
      • Cek kembali pekerjaan pemeliharaan hardscape apakah ada yang terlewat atau tidak.
      • Bersihkan dan simpan kembali peralatan yang digunakan di tempat penyimpanan.
1. Tujuan Pekerjaan Pemeliharaan Berkala

Selain pekerjaan kebersihan gedung serta kebersihan halaman dan taman, tenaga operasional pemeliharaan juga memiliki pekerjaan pemeliharaan lain-lain yang dilakukan secara berkala. Pekerjaan ini penting dilakukan dengan tujuan untuk:

  • Mempertahankan life of time dari peralatan tersebut.
  • Menjamin peralatan berfungsi dengan baik.
  • Menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan sewaktu-waktu diperlukan dalam keadaan darurat.
  • Memberikan dukungan kepada anggota dan stakeholder lainnya dalam penggunaan gedung di luar hari dan jam kerja.
2. Jenis Pekerjaan Pemeliharaan Berkala
  • a) Pemeliharaan taman indoor.
  • b) Membuat pupuk organik dari sampah daun.
  • c) Melakukan pemeliharaan berkala terhadap instalasi air.
  • d) Melakukan pemeliharaan berkala terhadap elektrikal dan mesin.
  • e) Melakukan piket ketika ada penggunaan gedung/ruangan.
3. Prosedur Pekerjaan Lain-Lain dan Berkala
  • 1) Pemeliharaan taman indoor.
    1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
    2. Mempertahankan tanaman dapat tumbuh dengan baik untuk memberikan manfaat:

      • Memberikan fungsi estetik khususnya di dalam ruangan.
      • Berperan sebagai sistem sirkulasi udara di dalam ruangan untuk mengurangi jumlah polutan di udara dan menghasilkan udara yang segar.
      • Membantu menghilangkan bau tak sedap
      • Mengurangi radiasi
    3. Alat yang digunakan
      • Gunting tanaman
      • Botol sprayer
    4. Tata Cara
      • Gunakan tanaman yang cocok dan direkomendasikan untuk diletakkan di dalam ruangan.
      • Siram tanaman menggunakan botol sprayer agar tidak berlebihan dalam menyiram. Tanaman di dalam ruangan pasti lebih sedikit mendapat cahaya matahari dibanding dengan tanaman yang diletakkan di luar ruangan
      • Lap daun 2 (dua) minggu sekali selain untuk menjaga kebersihan tanaman, debu yang menempel pada daun tanaman dapat mengganggu jalannya fotosintesis.
      • Pangkas batang dan daun yang sudah tua/kering 1 minggu sekali atau menyesuaikan, agar tanaman selalu terlihat muda dan segar serta mencegah terjadinya pembusukan.
      • Jangan letakkan tanaman dari barang berbahaya (kompor, heater dan perabot berbahaya lainnya) untuk menghindari terjadinya kerusakan pada tanaman.
      • Pemupukan: 2 bulan sekali
      • Ganti tanah jika diperlukan untuk menjaga kesuburan tanah.
      • Rehabilitasi tanaman: 1 pekan sekali, setiap Jumat sore dikeluarkan dan ditempatkan di pojok barat laut gedung, hari Senin pagi dimasukkan kembali.
      • Petugas sesuai penempatan lantai masing-masing
    5. Hal yang perlu diperhatikan
      • Hindari penggunaan air yang berlebihan atau terlalu sedikit ketika menyiram untuk menghindari pembusukan tanaman atau tanaman mati kekurangan air.
      • Hindari menempatkan tanaman indoor di bawah matahari secara langsung untuk menghindari daun lebih cepat kering/terbakar.
      • Hindari menanam tanaman dengan pot tanpa lubang drainase.
    6. Selesai
      • Pastikan kembali bahwa semua tanaman sudah mendapatkan pemeliharaan dengan baik.
      • Bersihkan dan simpan kembali peralatan yang digunakan di tempat penyimpanan.
  • 2) Membuat pupuk organik dari sampah daun.
    1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
    2. Memanfaatkan sampah daun untuk diolah menjadi pupuk organik/kompos sehingga dapat digunakan kembali untuk memupuk/menyuburkan tanah dan tanaman.

    3. Alat yang digunakan
      • Wadah dengan penutup/karung
      • Sekop
      • Cangkul
      • Botol sprayer
      • Bahan tambahan : EM4, air
    4. Tata Cara
      • Siapkan daun basah dan kering, untuk daun basah bisa jenis daun apapun.
      • Pastikan jenis daun basah merupakan jenis daun segar yang sudah tua tapi belum menguning dan untuk daun kering pastikan merupakan daun kering yang bersih .
      • Perbandingan daun basah dan daun kering adalah 1:3
      • Setelah semua terkumpul, cincang daun kecil-kecil dan masukan dalam ember lalu lapisi atas daun dengan sedikit tanah.
      • Ulangi tahapan tersebut hingga daun habis tak tersisa, padatkan daun dan tanah menggunakan sekop dan siramkan EM4 yang sudah dilarutkan dengan air.
      • Tutup bagian atas menggunakan plastik ataupun terpal dan tutup menggunakan media dengan rapat lalu biarkan selama 6 minggu.
      • Selama 6 minggu harus menjaga kelembaban suhu serta sirkulasi udara pada proses pengomposan dengan menyemprotkan sedikit air seminggu sekali dan mengaduk kompos menggunakan cangkul ataupun sekop.
      • Pengadukan secara merata bertujuan untuk meratakan proses pengomposan.
  • 3) Melakukan pemeliharaan berkala terhadap instalasi air.
    1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
    2. Pemeliharaan berkala terhadap instalasi air bertujuan untuk memastikan instalasi air dalam keadaan baik dan. terpelihara sehingga dapat digunakan secara optimal.

    3. Tata Cara
      • Lakukan pengecekan secara menyeluruh pada kran, wastafel dan saluran air bersih dan air kotor yang berada di dalam dan di luar gedung secara berkala (1 minggu sekali).
      • Melakukan perawatan pompa air secara berkala (per tiga bulan)
      • Petugas di lantai 1 - 3 melaporkan kepada penanggung jawab jika ada instalasi air yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik.
      • Lakukan perbaikan jika ada kerusakan ringan.
      • Laporkan kepada atasan jika ada kerusakan berat untuk segera minta bantuan pihak terkait untuk melakukan perbaikan.
  • 4) Melakukan pemeliharaan berkala terhadap elektrikal dan mesin.
    1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
      • Untuk mempertahankan kondisi dan memastikan peralatan listrik dapat berfungsi dengan baik.
      • Mencegah terjadinya gangguan yang menyebabkan kerusakan atau hal lain yang tidak diinginkan.
      • Untuk memperpanjang umur peralatan listrik.
      • Mengurangi waktu padam ketika terjadi gangguan.
    2. Tata Cara
      • Melakukan pengecekan dan perawatan lampu secara berkala (1 minggu sekali).
      • Melakukan penggantian jika terdapat lampu yang mati.
      • Melakukan pemeliharaan AC (pencucian) secara berkala (3 bulan sekali).
      • Melakukan pengecekan dan pemanasan genset secara berkala (1 minggu sekali).
      • Melakukan penambahan BBM dan air aki genset bila diperlukan.
      • Melakukan penggantian oli genset setiap 6 bulan sekali.
      • Melakukan perawatan telephone secara berkala (6 bulan sekali).
      • Menangani perbaikan yang bersifat periodik dan darurat.
      • Melaporkan kebutuhan peralatan yang berkaitan dengan kebutuhan listrik, telephone dan AC
      • Petugas di lantai 1 - 3 melaporkan kepada penanggung jawab jika ada kerusakan lampu, AC dan telepon.
  • 5) Melakukan piket ketika ada penggunaan gedung/ruangan.
    1. Tujuan dan hasil yang diharapkan
    2. Pembagian piket ini disusun dengan tujuan agar tetap dapat memberikan dukungan layanan pada kegiatan yang dilakukan oleh Anggota, Pejabat, Sekretariat maupun stakeholder yang menggunakan gedung/ruangan, baik yang dilaksanakan pada hari dan jam kerja maupun di luar hari dan jam kerja.

    3. Tata Cara
      • Kepala Sub Bagian Kepegawaian, Tata Usaha dan Rumah Tangga menyusun jadwal piket secara berkala.
      • Piket layanan penggunaan gedung sebagai berikut:
        • Pada hari dan jam kerja: layanan dilaksanakan secara bersama-sama.
        • Pada hari kerja di luar jam kerja: layanan dilakukan secara bersama-sama.
        • Di luar hari dan jam kerja: layanan dilakukan secara bergantian berdasarkan kelompok kerja yang telah disusun.

Demikianlah Pedoman Pelaksanaan Tugas pada jabatan Tenaga Operasional Pemeliharaan ini dibuat untuk memberikan gambaran dan petunjuk serta pedoman secara tertulis kepada Tenaga Operasional Pemeliharaan Kantor DPD RI DIY dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Buku petunjuk ini tidak menutup kemungkinan terhadap perubahan sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi terkini di lapangan.